

Disusun oleh:
Nama: Jefri Siagian
Kelas: TI-M1118
NPM:11119632
Sekolah Tinggi Manejemen Informatika Dan Komputer
MEDAN
Probabilitas dan Statistika
Konsep dan
Definisi
Statistika
adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan,
menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya,
statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa
Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang
berkenaan dengan data, sedang statistik
adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada
suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan
atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar
konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah
statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Defenisi
probabilitas
Probabilitas
adalah harga perbandingan jumlah kejadian (A) yang mungkin dapatterjadi
terhadap (N) jumlah keseluruhan kejadian yang mungkin terjadi dalamsebuah
peristiwa.
Contoh:
Peluang untuk mendapatkan angka genap dari lemparan sebuah dadu.
Jumlahkejadian A yaitu munculnya angka genap dalam 1 kali lemparan : 2, 4, 6 =
n(A) =3, dan jumlah seluruh kejadian yang mungkin terjadi dari 1 kali lemparan
sebuahdadu:1,2,3,4,5,6 = n(N) = 6, sehingga2163n(N)n(A)P
(A)
= = =
Berpeluang sama berarti kedua keadaan tersebut memiliki jumlah
kemunculankejadian yang sama.Sebuah kejadian adakalanya terkait dengan kejadian
yang lain, hubungan antar kejadian satu dan lainnya dapat kita bayangkan
dengan mudah. Sebagai contohhubungan
atau
, hubungan ini akan memperbesar nilai peluang. Peluang
untuk mendapatkan angka 2 atau 3 dalam sebuah lemparan dadu adalah sebagai
berikut:P
(2 atau 3)
= P
(2)
+ P
(3)
=1/6 + 1/6 = 2/6= 1/3,dalam hal ini P
(2 atau 3)
> P
(2)
P
(2 atau 3)
> P
(3)
Hubungan
dan
, hubungan ini akan memperkecil nilai peluang. Peluang
untuk mendapatkan angka 2 dan 3 dalam lemparan dua buah dadu adalah
sebagai berikut:P
(2dan 3)
= P
(2)
. P
(3)
=1/6 x 1/6 = 1/36, dalam hal ini P
(2 dan 3)
< P
(2)
P
(2 dan 3)
< P
(3)
Permutasi
adalah urutan unsur-unsur dengan memperhatikan urutannya,
dandinotasikan dengan
n
Pr , yang artinya
‘Permutasi r unsur dari n unsur yang tersedia‘
Contoh: a.
3 3
P
a b c a c b b a
c b c ac a b c b asecara keseluruhan ada 6
permutas
Harga
angka yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan suatu peristiwa terjadi, di
antara keseluruhan peristiwa yang mungkin terjadi.
§
Contoh 1:
Sebuah
mata uang logam mempunyai sisi dua (H & T) kalau mata uang tersebut
dilambungkan satu kali, peluang untuk keluar sisi H adalah ½.
§
Contoh 2:
Sebuah
dadu untuk keluar mata ‘lima’ saat pelemparan dadu tersebut satu kali adalah 1/6
(karena banyaknya permukaan dadu adalah 6)
Rumus : P (E) = X/N
P: Probabilitas
E: Event (Kejadian)
X: Jumlah kejadian yang diinginkan
(peristiwa)
N: Keseluruhan kejadian yang mungkin terjadi
Di dalam suatu pabrik ada 30 wanita
dan 70 laki-laki. Sehabis makan siang yang disediakan pabrik akan ditanyakan
“apakah makanan tadi cukup baik”. Untuk itu akan di undi (di acak) siapa orang
yang akan ditanyakan pendapatnya. Probabilitas akan terambil seorang buruh
wanita adalah 30/100 -> P (0,3)
Probabilitas
yang rendah menunjukkan kecilnya kemungkianan suatu peristiwa akan terjadi.
Pendekatan
Konsep-konsep probabilitas tidak
hanya penting oleh karena terapan-teranpannya yang langsung pada masalah-masalah
bisnis akan tetapi juga karena probabilitas adalah dasar dari sampel-sampel dan inferences tentang populasi yang
dapat dibuat dari suatu sampel. PENDEKATAN PERHITUNGAN PROBABILITAS Ada 3
(tiga) pendekatan konsep untuk mendefinisikan probabilitas dan menentukan
nilai-nilai probabilitas, yaitu :(1). Pendekatan Klasik(2). Pendekatan
Frekuensi Relatif, dan(3). Pendekatan Subyektif
1.
pendekatan klasik
Pendekatan
klasik didasarkan pada banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi
pada suatu kejadian. “Jika ada a banyaknya kemungkinan yang dapat
terjadi pada kejadian A, dan b banyaknya kemungkinan tidak terjadi
pada kejadian A, serta
masing-masing kejadian mempunyai kesempatan yang sama dan saling asing”.
Probabilitas bahwa akan terjadi A
adalah P(A) = a / (a+b)
2. pendekatan frekuensi relatif
Nilai
probabilitas ditentukan atas dasar proporsi dari kemungkinan yang dapat terjadi
dalam suatu observasi atau percobaan. Tidak ada asumsi awal tentang kesamaan
kesempatan, karena penentuan nilai-nilai probabilitas didasarkan pada hasil
obserbasi dan pengumpulan data.
Misalkan berdasarkan pengalaman pengambilan data sebanyak N terdapat a kejadian yagng bersifat A. Dengan demikian probabilitas akan terjadi A untuk data adalah P(A) = A /N
Misalkan berdasarkan pengalaman pengambilan data sebanyak N terdapat a kejadian yagng bersifat A. Dengan demikian probabilitas akan terjadi A untuk data adalah P(A) = A /N
3 pendekatan subyektif
Pendekatan
subyektip dalam penentuan nilaiprobabilitas adalah tepat atau cocok apabila
hanya ada satu kemungkinan kejadian terjadi dalam satu kejadian. Dengan
pendekatan ini, nilai probabilitas dari suatu kejadian ditentukan berdasarkan
tingkat kepercayaan yang bersifat individual dengan berlandaskan pada semua
petunjuk yang dimilikinya.
Hukum Probabilitas
Ada dua
peraturan umum dalam probabilitas : penjumlahan
dan perkalian
Aturan Penjumlahan akan terjadi jika dua kejadian akan
mungkin muncul dalam satu pengambilan.
Contoh :
Dalam pelemparan
dadu, setiap bidang memiliki probabilitas akan muncul = 1/6. Sekarang kita akan
menghitung :
a.
Probabilitas
munculnya bidang 3 atau 6
b.
Probabilitas
munculnya bidang 2 atau 4
Rumus yang digunakan :
|
Oleh karena
bidang-bidang dalam dadu tidak bisa muncul serentak, maka :
Untuk kejadian-kejadian variabel independen digunakan
rumus :
|
Maka pada soal
di atas :
P (3 atau 6) = P (3) + P (6)
= 1/6 + 1/6
= 2/6
= 1/3
P (3 atau 6) = P (2) + P (4)
= 1/6 + 1/6
= 2/6
= 1/3
Aturan perkalian akan terjadi jika ada dua atau lebih
kejadian yang terjadi secara beruntun atau simultan.
Jika X dan Y
merupakan dua kemungkinan hasil, maka probabilitas X dan probabilitas Y
merupakan hasil perkalian X dengan Y.
|
Jadi :
P (3 dan 6) = P (3) x P (6)
= 1/6 x 1/6
= 1/36
Probabilitas dalam Distribusi Frekuensi
Contoh :
Dalam
pengumpulan nilai probabilitas dan statistika mahasiswa jurusan Teknik Elektro
FT UNP diperoleh daftar nilai sebagai berikut :
|
X
|
40
|
50
|
60
|
70
|
80
|
90
|
100
|
|
Y
|
3
|
4
|
5
|
8
|
2
|
2
|
1
|
N = 25
Jika kita
mengambil 1 skor dari populasi secara random, berapa probabilitas keluar nilai
di atas 70?
Mahasiswa yang
memperoleh nilai >70 = 5 orang
Maka :
P (X=70) = 5/25 atau
1/5
Jika diinginkan
X=60 dan X<80 :
P (X=60) = 5/25
atau 1/5
P (X<80) =
20/25 = 4/5
Dan sebagainya
Probabilitas dalam Distribusi Normal
Data populasi
yang berdistribusi normal : rata-rata (mean) = median = mode
Contoh 1:
Jika rata-rata
nilai statistik = 8, simpangan baku = 10. Berapakah probabilitas seorang
mahasiswa untuk memperoleh nilai >88?
Jawab :
1.
X > 88
2.
Tentukan Z skor
dari batas bawah nilai yang kita inginkan.
Z = (88-80) : 10 = 0,8
3.
Tentukan posisi
untuk Z >88 dalam distribusi normal, untuk itu perlu bantuan tabel Z.
Lihat tabel Z (tabel distribusi normal) pada kolom A
yang bernilai 0,80. Kemudian lihat kolom C = 0,2119.
P(X>88) = 0,2119 = 21,19%
Kita menginginkan X > Z (0,80) : maka lihat kolom C
Contoh :
Jika rata-rata
nilai statistik = 8, simpangan baku = 10. Berapakah probabilitas seorang
mahasiswa untuk memperoleh nilai <80?
Jawab :
(70<X<80)
atau Z (0,88) adalah 0,3106 (lihat kolom B
Harus diketahui : µ (rata-rata populasi) membagi
kurva normal menjadi dua
bagian yang sama besar, sehingga probabilitas
di bawah
µ adalah 0,5
Maka : P
(x<80) adalah = 0,5 + 0,3106 = 0,8106.
Probabilitas dalam Distribusi Binomial
Distribusi
binomial : distribusi yang biasa
diterapkan dalam beberapa peristiwa.
Biasanya dipakai pada satu eksperimen yang
bertujuan
Tertentu. Hasil eksperimen ada dua : berhasil
atau tidak.

Keterangan
:
!
: (baca faktorial) adalah perhitungan kelipatan, misalnya :
4!
= 4x3x2x1 = 24
0!
= 1
1!
= 1
X
= banyaknya kejadian yang ingin kita cari
n
= banyaknya perlakuan
p
= probabilitas keberhasilan dalam sekali perlakuan
q
= probabilitas kegagalan dalam sekali perlakuan
Contoh :
Pada pelemparan
koin Rp.500 sebanyak 3 kali. Berapa probabilitas akan keluar 2 kali gambar
bunga melati (BM) tanpa memperhatikan letak (kapan keluarnya)
Jawab :
n = 3; x = 2; p
= ½; q = ½;
Secara
sederhana, perhitungan di atas dapat dibuktikan kebenarannya. Yaitu dengan
mengurutkan beberapa kombinasi yang mungkin muncul :
BM BM BM BG BG BG
BM BM BG BG BG BM
BM BG BM BG BM BG
BM BG BG BG BM BM
Berdasarkan
kemungkinan tersebut, maka kombinasi yang mengandung BM dua kali adalah :
BM BM BG
BM BG BM
BG BM BM
Maka jumlah
kombinasi keluar BM dua kali adalah 3. Jumlah kombinasi keluar BM dua kali
dalam tiga kali lemparan :
C (2 dalam 3) = 3! : [(3-2)! 2!]
= 6 : 2
= 3
Jika dihubungkan
dengan probabilitas yang telah dipelajari terdahulu :
P (BM) = ½ dan P
(BG) = ½. Maka :
P (BM BM BG) =
P (BM) x P (BM) x P (BG)
= ½ x ½ x ½
= 1/8
Secara umum
rumus di atas dapat diubah menjadi :
Keterangan :
p = P (BM)
q = P (BG)
x = banyaknya keluar BM
dengan demikian
maka :
Oleh karena kita
ingin mengetahui probabilitas kombinasi yang mengandung dua BM dalam tiga kali
lemparan, maka :
P = n x P (BM BM
BG) atau
= C (2BM dalam 3) x P (BM BM BG) atau
Rata-rata dalam distribusi binomial merupakan hasil kali banyak
percobaan (n) dengan probabilitas keberhasilan percobaan (p).
Dengan demikian maka rata-ratanya dapat dihitung dengan rumus :
Sedangkan
simpangan baku dalam distribusi binomial dapat dihitung dengan rumus :
Contoh :
Dari pelemparan
koin sebanyak empat kali, akan menghasilkan :


Fungsi perhitungan rata-rata
dan simpangan baku disini adalah untuk melakukan transformasi ke distribusi
normal.
Jika kita ingin mencari
probabilitas keluar BM sebanyak tiga kali dalam empat lemparan, maka kita lebih
baik melakukan transformasi ke Z skor :
Baru kemudian cari dalam
tabel Z(+) = 0,1587. Dengan demikian maka probabilitas keluar BM sebanyak tiga
kali dalam empat kali lemparan adalah 15,87%.
Probabilitas dalam Distribusi Poisson
Distribusi
Poisson : digunakan untuk menghadapi data diskrit yang jumlah
sampelnya besar/banyak. Rentangan
sampelnya mulai
dari nol (0) sampai tak terhingga (~)
fungsi probabilitas
distribusi diskrit yang mempunyai n banyak atau tak terhingga dapat dihitung
dengan rumus :

Keterangan :
e = bilangan Euler = 2,71828
μ = parameter yang besarnya n x p
X = nilai yang akan dicari, mulai dari
nol sampai banyaknya n
Contoh :
Apabila kita
melempar 5 buah koin secara serentak sebanyak 64 kali. Berapakah probabilitas
keluarnya 5 BM untuk 5 koin tersebut secara bersama?
Jawab :
Setiap lemparan
5 koin dapat menghasilkan kombinasi sebanyak 2 pangkat 5 (32 kombinasi). Dari
ke 32 kombinasi tersebut, satu diantaranya adalah BM BM BM BM BM. Dengan
demikian maka probabilitas keluarnya 5 BM dalam sekali lemparan adalah 1/32.
Hal ini berarti
p=1/32 dan q=1-1/32=31/32.
Oleh karena μ =
n . p maka μ = 64 x 1/32 = 2
Maka dari soal
di atas X bisa saj 0,1,2,3,4,5, dst sampai dengan 64.
Artinya,
keluarnya BM BM BM BM BM dalam lemparan 64 kali bisa saja 0 kali, 1 kali, 2
kali, 3 kali, dst sampai 64 kali.
Apabila kita
menginginkan pasangan 5 BM sebanyak 4 kali, maka :




Untuk X = 0 :


Penting :
Rata-rata distribusi Poisson = nilai μ
Simpangan bakunya =
,
karena variance nya sebesar μ
Untuk soal di atas,
Rata-rata distribusi Poisson = 2
Simpangan
baku =
= 1,41
No comments:
Post a Comment